Waisai (11-03-2017) Inmas- Sidang Sinode adalah sebuah pesta Iman yang dilakukan oleh Jemaat Tuhan yang ada di Tanah Papua sebagai wujud dari Tubuh Kristus. Kita semua hadir di sini datang dari latar belakang kita yang beraneka ragam baik suku, tradisi, bahasa tetapi kita percaya bahwa dalam Kristus kita adalah satu, kita adalah saudara yang dapat saling menerima, saling mendukung dan hidup secara bersama-sama. Kalau ada kesalahpahaman dan perbedaan pendapat harus kita dapat saling memaafkan karena inilah ciri dari pesta Iman yang perlu dihayati.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia, Pdt. DR. Hendrite Hutabarat Lebang, MA dalam sambutan sebelum membuka Sidang Sinode Ke-XVII GKI Di Tanah Papua di Pantai Waisai Torang Cinta ( WTC ) Raja Ampat. Lebih lanjut dikatakan Sidang ini adalah pembaharuan tekat untuk berjalan bersama-sama sebagai GKI Di Tanah Papua ke depan dalam semangat persatuan, persaudaraan, dalam terang kasih Kristus dan obor yang baru kita nyalakan yang merupakan simbol bahwa kita mau membawa terang Kristus di dalam kemajemukan yang ada.
Lebih lanjut dikatakan hal yang perlu diperhatikan dan diterjemahkan adalah kita akan evaluasi amanat dan panggilan GKI Di Tanah Papua sesuai Tema dan Sub Tema yang terpampang didepan mata kita kita saat ini sehingga GKI akan menapaki kedewasaan dalam kemandirian dalam bidang Teologi, Daya dan Dana.